Targetkan TKDN Lebih dari 40 Persen, Aletra Telah Mulai Perakitan Pertama Model L8 di Indonesia
JAKARTA - PT Aletra Mobil Nusantara dengan bangga mengumumkan bahwa perakitan perdana model SUV listrik andalannya, Aletra L8, telah dimulai di Indonesia. Langkah ini merupakan komitmen serius Aletra untuk mendukung program pemerintah dalam memajukan industri kendaraan listrik (EV) nasional, dengan target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40 persen.
Perakitan Lokal Melalui Skema CKD
Proses perakitan Aletra L8 dilakukan melalui skema Completely Knock Down (CKD) di fasilitas perakitan PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Bekasi, Jawa Barat. Pemilihan skema CKD ini memungkinkan Aletra untuk secara bertahap meningkatkan penggunaan komponen lokal, mulai dari komponen non-teknis hingga suku cadang utama.
"Dimulainya perakitan L8 di Indonesia adalah momen penting bagi Aletra dan industri otomotif nasional. Ini bukan hanya tentang merakit, tetapi tentang transfer pengetahuan dan pembangunan ekosistem pemasok lokal untuk mencapai target TKDN 40 persen bahkan lebih," ujar perwakilan manajemen Aletra.
Manfaat TKDN di Atas 40%
Pencapaian target TKDN di atas 40% memiliki beberapa manfaat strategis, antara lain:
- Harga Lebih Kompetitif: Memungkinkan Aletra memenuhi syarat untuk mendapatkan insentif dari pemerintah, yang pada akhirnya dapat menekan harga jual kepada konsumen.
- Kemandirian Industri: Mengurangi ketergantungan impor dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
- Kualitas Terjamin: Memastikan bahwa model Aletra L8 telah disesuaikan dengan kondisi jalan dan iklim tropis di Indonesia.
Aletra L8, yang merupakan SUV 7-8 Seater, diharapkan segera bisa dikirimkan kepada konsumen yang telah melakukan pemesanan pada semester I tahun ini. Dengan perakitan lokal ini, Aletra optimis dapat mempercepat distribusi dan memenuhi permintaan pasar yang tinggi terhadap mobil listrik berkualitas dengan harga terjangkau.