Aletra Bakal Produksi Baterai EV Sendiri

Dipublikasikan pada 14 Januari 2025
Ilustrasi Kerja Sama Baterai Aletra

JAKARTA, KOMPAS.com - Merek kendaraan bermotor lokal, Aletra, berencana memproduksi baterai mobil listrik secara mandiri sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam menciptakan ekosistem industri electric vehicle (EV).

Langkah tersebut merupakan perpanjangan dari hasil kerja sama PT Aletra Mobil Nusantara dengan manufaktur asal China, Zhejiang Yoening Technology Group yang resmi diteken pada Senin, 13 Januari 2025.

Tahap Awal: Rakitan dan Transfer Teknologi

Technical Director Aletra, Djoko Purwanto, menjelaskan bahwa dalam tahap awal, perusahaan baru akan mendatangkan baterai untuk disematkan ke model L8s EV, dengan target pengiriman pada semester I/2025. Selanjutnya, Aletra ke depan akan menggunakan teknologi baterai terbaru Short Blade Bulletproof Battery.

"Kami tentunya tidak akan langsung membuat pabrik (produksi baterai). Awalnya kami akan rakit dulu sembari mempelajari bagian mana yang bisa kita kerjakan di Indonesia," kata Djoko di Jakarta.

Proses perakitan komponen di Indonesia ini akan memanfaatkan bahan-bahan lokal seperti kabel. Fasilitas produksi baterai yang dimaksud akan terpisah dari pabrik perakitan mobil Aletra yang dikelola bersama PT Handal Indonesia Motor (HIM).

Tujuan: TKDN dan Pengembangan BMS

Kerja sama ini tidak hanya mencakup produksi perangkat catu daya, tapi Aletra juga berupaya mengembangkan BMS (Battery Management System) secara lokal. Hal ini dilakukan mengingat Aletra Group tidak hanya bergerak di kendaraan penumpang, tetapi juga ada bus listrik dan power storage.

Sementara itu, Vice President of Zhejiang Yoening Technology Group, Xu Shuoyi, menyambut baik kerjasama ini. Ia optimis dapat mendukung Aletra dalam mencapai standar TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sekaligus memberikan solusi energi yang aman, tahan lama, dan berdaya saing global.

Kembali ke Beranda